kuadran BCG  

Posted by agustinus aton

Evaluasi portofolio
Evaluasi portofolio dilakukan untuk sebuah korporasi yang memiliki sejumlah SBU. Masing-masing SBU memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan berbagai faktor, misalnya: usia SBU menurut daur hidupnya, tingkat risiko, kemampuan menghasilkan cash flow, gaya manajemen, dan tingkat produktivitas aset dalam SBU yang bersangkutan. Salah satu cara analisis portofolio adalah menggunakan model matriks BCG (Boston Consulting Group), sebuah matriks yang sangat terkenal di dunia manajemen. Menurut matriks BCG, SBU dapat dipetakan ke dalam empat kuadran : a) Problem Child, b) Star, c) Cash Cow, dan d) Dog. Pembuatan kuadran tersebut menggunakan dua variabel, bagian pasar yang relatif (relative market share) dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya dan tingkat pertumbuhan pasar (market growth rate).

Ciri-ciri Kuadran
Untuk membantu identifikasi SBU ke dalam kuadran-kuadran di atas, disajikan beberapa ciri atau indikator suatu kuadran sebagai berikut.


Kuadran Problem Child:
Berisi SBU yang masih muda. Karena baru dikembangkan oleh perusahaan, SBU tersebut memiliki harapan untuk berkembang. Biasanya, unit pengembangan bisnis (Business Development Unit) perusahaan sudah membaca pertumbuhan pasar yang tinggi sementara pasokan produk oleh produsen yang ada belum mencukupi.
Pemilihan jenis usaha yang tepat untuk dikembangkan sangat menentukan peluang perkembangan SBU yang baru tersebut. Semakin rendah persaingan dan semakin kuat keunggulan bersaing untuk usaha tersebut, semakin cepat SBU berkembang.
Tingkat kompetisi yang rendah tersebut bisa diukur dengan terkonsentrasinya pasar, pada produsen yang sedikit.


Kuadran Star:
Berisi SBU yang berhasil dikembangkan dengan baik, dan telah melewati fase pengenalan dari kuadran Problem Child. Dalam kuadran Star, SBU berhasil mencapai bagian pasar yang relatif besar. Sementara itu, pertumbuhan perusahaan tetap tinggi.
SBU yang berada di kuadran ini merupakan harapan perusahaan untuk menjadi champion masa depan bagi perusahaan. Bila SBU yang telah menua dan tidak dapat berkompetisi lagi harus ditutup, SBU dari kuadran “Bintang” diharapkan dapat menggantikan posisi SBU tua yang ditutup tersebut.


Kuadran Cash Cow:
SBU yang masuk dalam kuadran ini adalah yang telah memiliki bagian pasar besar, tetapi sudah tidak dapt bertumbuh lagi. Kalaupun bertumbuh, tingkat pertumbuhannya rendah. SBU ini menjadi sumber penghidupan bagi perusahaan.
Ciri utama SBU dalam kuadran Cash Cow adalah kemampuannya menghasilkan uang yang banyak. Kemampuan ini bisa terjadi karena SBU ini tidak memerlukan investasi yang besar. Kalaupun perlu, paling untuk mempertahankan kapasitas dan fasilitas yag ada supaya tetap produktif, atau investasi untuk penelitian dan pengembangan dalam rangka mengikuti selera pasar. Uang yang berlebih ini dimanfaatkan untuk membantu pengembangan SBU yang berada di kuadran Problem Child dan Star.


Kuadran Dog:
SBU yang masuk kuadran ini, merupakan SBU dengan bagian pasar yang kecil dan sekaligus pertumbuhannya sangat kecil, bahkan sering negative. SBU pada kuadran ini sudah tidak memilki masa depan sehingga tidak menarik lagi. Dengan modifikasi tertentu, misalnya modifikasi produk, kemungkinan SBU jenis ini bisa membaik lagi. Tapi ada kemungkinan biaya lebih mahal dibanding hasilnya.
SBU yang berada di kuadran ini bisa berasal dari SBU yang tadinya di kuadran Problem Child yang kemudian gagal berkembang. Baru dirintis langsung gagal. Atau berasal dari kuadran Cash Cow yang karena manajemen tidak melakukan inovasi produk pada SBU ini, lama kelamaan tergelincir karena tidak mampu bersaing dengan produk pesaing. Kalaupun melakukan inovasi, hasilnya tidak sebaik produk pesaing dalam memenuhi tuntutan konsumen, atau karena industri tersebut memang sudah mati. Misalnya perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan mesin ketik, karena konsumen beralih ke komputer, pertumbuhan pasar mesin ketik menjadi negatif. Atau perusahaan di bidang pager, yang kemudian kalah bersaing dengan handphone, yang dapat menulis sms tanpa perantaraan pihak lain. Dahulu kala, pager ini sangat berguna untuk menghubungi dokter dalam keadaan darurat.
Ada kemungkinan SBU yang berada di kuadran Star terperosok masuk ke dalam kuadran Dog, sekalipun kemungkinannya kecil. Ada dua penyebab keterperosokan tersebut bisa terjadi. Pertama, kalau terjadi kesalahan manajemen (mismanagement). SBU yang baik bisa tiba-tiba kehilangan keunggulan bersaing, bila manajemen tidak memberi perhatian yang cukup, bahkan mengalihkan kompetensi dan keunggulannya ke SBU lain yang lebih disukainya. Kedua, kalau terjadi perubahan peta persaingan bisa disebabkan oleh munculnya pesaing baru yang kuat. Peta persaingan bisa bergeser bila terjadi perubahaan politik dan perundangan. Perusahaan yang dulunya monopoli menjadi harus bersaing dengan perusahaan lain karena ada kebijakan tentang pemerintah.

This entry was posted on Rabu, April 21, 2010 at Rabu, April 21, 2010 . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 komentar

Posting Komentar